Antara keluarga, dakwah dan kuliah

Antara kelauarga, dakwah dan kuliah | Setelah membaca judul di atas, pastinya anda berfikir mana yang harus terlebih dahulu di prioritaskan ?

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab [33]: 21)

Nabi Muhammad SAW, selain sebagai kepala keluarga yang baik, beliau juga seorang kepala pemerintahan yang adil dalam memimpin rakyatnya. Beliau juga terkenal sebagai panglima perang yang andal sehingga disegani oleh musuh-musuhnya. Dan juga seorang yang cerdas sehingga mampu menganalisis suatu masalah sampai jauh ke akar permasalahan. Hal ini bisa kita lihat bagaimana sikap beliau ketika ada seorang Arab badui yang buang air kecil di dalam mesjid. Di samping sikap beliau yang tegas, beliau juga seorang yang lemah lembut terhadap orang-orang kecil dan menyayangi anak-anak yatim. Pendek kata, apa pun peran yang dimainkan oleh Rasulullah selalu berhasil dilakoninya. Pribadi Rasulullah merupakan pribadi yang sempurna, yang harus menjadi contoh dan panutan bagi seluruh manusia yang menginginkan keberhasilan dalam menempuh kehidupan di dunia ini. Terutama bagi kader dakwah di mana pun mereka berada. Di lingkungan sekolah, di kampus, di lingkungan masyarakat, dan seterusnya.

Urgensi Dakwah dan Kuliah

Dalam kehidupan kampus, mahasiswa selain melakukan kegiatan rutinya yaitu kuliah, biasanya juga memiliki kegiatan ekstra seperti mengikuti ukm, hmj dan komunitas. Pada dasarnya kuliah dan dakwah sama-sama sangat di perlukan. dakwah merupakan tugas utama seorang Muslim sebagaimana firman Allah :

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

Ali-‘Imran ayat 104

Namun menuntut ilmu juga merupakan perintah allah swt, seperti terdapat dalam surat Al-Mujaadilah ayat 11, yang artinya :

“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Bahkan jika kuliah bisa dijalankan dengan baik sehingga nilai akademik yang diperoleh juga bagus, maka hal ini juga bisa mendukung dakwah itu sendiri karena biasanya orang-orang di sekitar kita akan menjadikan kita sebagai tempat bertanya. Ini merupakan langkah awal untuk mendakwahi mereka.

Lalu apakah dakwah dan  kuliah bisa bejalan secara beriringan ?

Kebanyakan mahasiswa berasumsi bahwasanya siapa yang aktif dalam organisasi kampus, maka nilai akademiknya akan tidak bagus. Atau bahkan yang lebih parahnya ada yang berfikir bahwa mereka yang aktif dalam organisasi adalah orang-orang pelarian yang tidak berhasil dalam kuliahnya. Jelas pemikiran seperti itulah yang keliru.

Apakah kita tidak pernah mendengar istilah ‘dakwah sekolah’ atau ‘dakwah kampus’? Orang-orang yang aktif di dalamnya disebut sebagai aktivis dakwah sekolah atau yang kedua disebut aktivis dakwah kampus. Mereka adalah orang-orang yang selain kuliah, mereka juga berdakwah. Mereka berdakwah menggunakan sarana yang ada seperti lembaga-lembaga dakwah yang ada di kampus. Apakah aktivitas dakwah yang mereka lakukan bisa mempengaruhi prestasi akademik mereka? Jawabnya iya. Aktivitas dakwah yang mereka lakukan akan mengakibatkan prestasi akademik mereka bertambah baik. Mereka bertambah cerdas, mereka menjadi orang yang lebih peka terhadap perubahan di lingkungan sekitar mereka. Karena aktifitas yang banyak, mereka dituntut untuk bisa me-manage waktu dengan baik, sehingga mereka menjadi orang-orang yang selalu bisa memanfaatkan waktu yang ada. Dengan pembagian waktu yang baik tersebut, mereka lebih fokus terhadap pelajaran yang diberikan di dalam kelas. Hal ini jelas merupakan pengaruh yang positif terhadap peningkatan prestasi akademik mereka.

Kuliah ?

Kesuksesan kuliah, bukan hanya diukur dengan seberapa besar nilai IPK kita, namun kesuksesan itu mesti diukur dengan sejauh mana kita memberikan kontribusi kepada dunia kampus dalam mencapai ketakwaan dan kebahagiaan akhirat. Artinya, kesuksesan dan kebahagiaan bagi seorang muslim bukan hanya kebahagiaan yang sifatnya materi belaka. Itu artinya, kesuksesan bagi mahasiswa adalah ketika ia mampu memupuk ketakwaan bagi dirinya dan menyebarkannya ke seluruh civitas kampus.

Ia layak dikatakan sebagai mahasiswa sukses ketika hatinya mampu terpatri pada syariat Illahi dan menyebarkannya kepada masyarakat kampus. Hal itu akan terwujud ketika ia memantapkan dirinya memilih menjadi mahasiswa berporos pada jalan dakwah.

Beberapa tips yang bisa kita lakukan agar kuliah dan dakwah dapat berjalan beriringan:

  1. Managemen waktu yang baik
    Ketika kita mau menyinergikan antara kuliah dan dakwah, mau tidak mau kita harus memiliki manajemen waktu yang baik. Dalam tiap pekan bahkan kalau memungkinkan dalam harian kita, harus sudah tergambar kapan waktu-waktu kuliah dan kapan waktu-waktu untuk berdakwah. Dengan pengaturan waktu tersebut diharapkan tidak ada lagi kegiatan kuliah atau dakwah yang saling berbenturan.
  2. Prioritaskan Kegiatan
    Ini berguna ketika ada dua kegiatan yang harus dikerjakan dalam waktu yang sama. Biasanya ini terjadi karena ada kegiatan yang belum terjadwal dengan baik. Jika jadwal kita sudah tersusun, maka kita bisa melihat apakah kegiatan itu penting atau tidak, jika tidak maka bisa kita abaikan. Jika kegiatan tersebut penting dan harus segera dilaksanakan maka tidak ada jalan lain kecuali mengambil salah satunya. Di sinilah kedalaman kita melihat mana yang lebih prioritas dari dua kegiatan yang sama-sama penting. Bisa jadi salah satunya kita delegasikan ke teman lain untuk melaksanakannya.
  1. Optimalisasi peran baik dalam kegiatan dakwah dan kuliah
    melakukan kegiatan dengan sungguh-sungguh agar setiap kegiatan yang kita ikuti tidak sia-sia. Artinya saat kuliah kita betul-betul kuliah dan saat berdakwah kita betul-betul berdakwah. Peran kita sebagai mahasiswa saat kuliah harus bisa dijalankan dengan baik. Begitu juga peran kita sebagai da’i ketika berdakwah harus bisa dijalankan dengan baik pula. Tidak mungkin kita bisa mencapai hasil yang maksimal dalam perkuliahan jika pikiran dan perhatian kita tidak fokus saat mata kuliah diberikan. Begitu pula ketika berdakwah, hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan dakwah harus dijauhkan dari pikiran kita. Seperti yang diungkapkan dalam sebuah hadits,

“Allah menyukai hamba-Nya yang memilih sebuah pekerjaan dan menekuninya.”

Sebagai kader dakwah, kita dituntut untuk selalu bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin (haritsun ‘ala waqthi) karena dengan begitu kita akan menjadi orang yang disiplin. Akhirnya kita bisa mencapai kesuksesan dalam setiap peran yang kita mainkan, apakah itu sebagai mahasiswa dalam perkuliahan maupun sebagai da’i dalam berdakwah. Seperti kata orang bijak,

“Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih tanpa kedisiplinan.”

Gaya Hidup Mahasiswa

Kegagalan memahami hakikat hidup bagi mahasiswa akan berakibat pada kegagalan menentukan standar kebahagiaan dan kesuksesan. Sehingga meskipun kehidupannya penuh dengan kesibukkan akademik, namun sejatinya ia bak mayat yang tak bernyawa. Pasalnmya, kehidupannya sudah jauh dari orientasi akhirat dan Illahiyah. Kehidupannya sudah terputus dengan pemahamannya tentang hakikat hidup di dunia. Dan ia sudah tidak memahami kehidupan pasca hidup di dunia, yakni hari akhir dan hisab.

Kegagalan memahami hakikat hidup juga akan berakibat pada kesesatan, kelalaian, keengganan untuk membela agama Allah, dan mengedepankan hawa nafsu di setiap aktivitasnya. Sehingga tidak heran ketika kita masuk dunia kampus, akan kita jumpai dua tipe gaya hidup mahasiswa. Ada yang bertipe Islami, ada juga yang bertipe sekular.

GAYA HIDUP ISLAMI GAYA HIDUP SEKULER
Hidup untuk beribadah Hidup untuk mencari kesenangan jasmani
Landasan iman Landasan hawa nafsu
Tolok ukur perbuatan: aturan Islam (halal dan haram) Tolok ukur perbuatan: manfaat
Orientasi hidup dunia dan akhirat Orientasi hidup dunia semata
Hidup untuk kemuliaan diri, keluarga, umat dan perjuangan agama (dakwah) Hidup untuk kepentingan diri dan keluarga sendiri
Makna kebahagiaan: ridha Allah Makna kebahagiaan: tercapainya kepuasan jasmani

Slide PPT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *